Kebaikan yang Tak Mengenal Batas, Sosok Humanis Kimson Simarmata Tuai Apresiasi

Saat Kepedulian Berbicara, Kimson Simarmata Hadir Membawa Nilai Kemanusiaan

Kebaikan yang Tak Mengenal Batas, Sosok Humanis Kimson Simarmata Tuai Apresiasi

TINDAKTEGAS | PEKANBARU,(24/06/26) – Kebaikan sejatinya tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar dan mewah. Terkadang, ia datang melalui perhatian sederhana, sapaan hangat, serta kepedulian yang lahir dari ketulusan hati. Peristiwa itulah yang tergambar pada Sabtu pagi (20/06/2026) di Rumah Tahanan Mapolresta Pekanbaru.

Seperti biasa, sejumlah personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polresta Pekanbaru melakukan pengawasan dan pengecekan terhadap para tahanan. Namun, pagi itu terasa berbeda bagi Larshen Yunus, Ketua DPD KNPI Provinsi Riau yang sedang menjalani masa penahanan.

Di tengah aktivitas rutin tersebut, hadir sosok yang tidak asing bagi kalangan aktivis dan masyarakat Kota Pekanbaru, yakni Kimson Simarmata, SH., MH., seorang personel senior di lingkungan Sat Intelkam Polresta Pekanbaru yang dikenal humanis, santun, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota Polri.

Ketika melintasi sel tahanan, Kimson Simarmata menyapa Larshen Yunus menggunakan bahasa Batak Toba. Sapaan sederhana itu menjadi awal dari sebuah percakapan hangat yang sarat makna.

Dengan nada penuh keakraban, Kimson mengaku terkejut setelah membaca sejumlah pemberitaan yang mengabarkan keberadaan Larshen Yunus di dalam tahanan. Meskipun hanya berlangsung singkat, percakapan tersebut menghadirkan suasana kekeluargaan yang jarang ditemukan dalam situasi seperti itu.

Bagi sebagian orang, peristiwa tersebut mungkin terlihat biasa. Namun di balik kesederhanaannya, tersimpan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga hubungan baik sesama manusia, tanpa memandang jabatan, status, maupun kondisi yang sedang dihadapi seseorang.

Beberapa saat kemudian, Kimson Simarmata kembali melintasi area tahanan dan menunjukkan perhatian dengan memastikan kebutuhan sarapan pagi telah diterima. Tindakan kecil itu menjadi bentuk kepedulian yang meninggalkan kesan tersendiri.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bang Kimson Simarmata. Mungkin bagi sebagian orang ini terlihat sederhana, namun bagi saya ini merupakan perhatian yang sangat berharga. Di tengah situasi seperti ini, masih ada sosok yang tidak melupakan nilai-nilai kemanusiaan dan persaudaraan," ungkap Larshen Yunus.

Sikap yang ditunjukkan Kimson Simarmata menjadi gambaran bahwa tugas sebagai aparat penegak hukum tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan, tetapi juga bagaimana menjaga nilai adab, etika, dan penghormatan terhadap sesama manusia.

Di tengah kehidupan yang semakin pragmatis, keteladanan seperti ini menjadi pengingat bahwa jabatan dan kewenangan harus berjalan beriringan dengan budi pekerti. Sebab pada akhirnya, yang akan selalu dikenang bukan hanya posisi yang pernah diemban seseorang, melainkan jejak kebaikan yang ditinggalkan dalam perjalanan hidupnya.

Sosok Kimson Simarmata dikenal oleh berbagai kalangan sebagai figur yang mampu menempatkan diri secara profesional, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Sikap rendah hati, kesederhanaan, dan kepedulian terhadap sesama menjadi nilai yang terus melekat dalam dirinya selama mengabdi sebagai anggota Polri.

Peristiwa sederhana di pagi hari itu menjadi pelajaran berharga bahwa kebaikan tidak mengenal ruang dan waktu. Bahkan di balik jeruji besi sekalipun, nilai-nilai persaudaraan, rasa hormat, dan kepedulian masih dapat tumbuh dan memberikan harapan.

Karena sesungguhnya, manusia terbaik bukanlah mereka yang memiliki kekuasaan paling besar, melainkan mereka yang tetap menebarkan kebaikan ketika memiliki kesempatan untuk melakukannya. Dan pagi itu, sebuah sarapan sederhana telah menjelma menjadi pengingat tentang arti kemanusiaan yang sesungguhnya.(*)

Sumber: Tim | Red