Limbah MCK Lapas Gobah: Jangan Dianggap Sepele, Ini Ancaman Nyata bagi Warga

Limbah MCK Lapas Gobah: Jangan Dianggap Sepele, Ini Ancaman Nyata bagi Warga

TINDAKTEGAS | PEKANBARU,(19/03/26) — Dugaan pembuangan limbah MCK dari Lapas Gobah ke saluran parit lingkungan tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan sepele. Bau menyengat yang kini dikeluhkan warga bukan sekadar gangguan, melainkan indikasi serius persoalan sanitasi dan pengelolaan lingkungan yang berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Temuan di lapangan menunjukkan adanya aliran air keruh yang mengalir dari arah dalam lapas menuju parit yang berada di tengah permukiman warga. Saluran yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai drainase air hujan kini diduga berubah menjadi jalur pembuangan limbah.

Jika kondisi ini benar, maka persoalan ini bukan hanya teknis, melainkan menyangkut tanggung jawab institusi negara terhadap lingkungan hidup.

Respons Pejabat Dinilai Tidak Proporsional

Alih-alih memberikan penjelasan terbuka, respons dari pihak Lapas Gobah, termasuk Kalapas dan KPLP, justru dinilai belum mencerminkan sikap transparan yang dibutuhkan publik.

Sikap yang terkesan defensif dan sensitif terhadap pertanyaan publik justru memperkuat kesan bahwa persoalan ini tidak ditangani secara serius.

Dalam isu yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, keterbukaan seharusnya menjadi prioritas, bukan sebaliknya.

Warga: Ini Bukan Masalah Kecil

Ketua pemuda setempat, Arman, menegaskan bahwa warga tidak akan tinggal diam jika persoalan ini terus diabaikan.

“Ini bukan hal kecil. Kami yang setiap hari mencium dampaknya. Kalau ini dianggap sepele, berarti kesehatan masyarakat juga dianggap sepele,” tegasnya.

Salah satu Ketua RT di wilayah tersebut juga menyampaikan kritik keras terhadap sikap yang dinilai kurang serius.

“Kami minta ini jangan ditutup-tutupi. Kalau memang ada limbah, harus diakui dan diperbaiki. Jangan sampai masyarakat yang terus dirugikan,” ujarnya.

Kanwil Jangan Diam, Pengawasan Dipertaruhkan

Sebagai institusi yang membawahi lapas, Kanwil Kemenkumham Riau tidak bisa berada di posisi pasif.

Kasus ini menjadi ujian nyata:

  • Apakah pengawasan berjalan?
  • Apakah standar operasional benar-benar diterapkan?
  • Atau justru ada pembiaran?

Jika tidak ada langkah tegas, maka yang dipertaruhkan bukan hanya satu kasus, tetapi kepercayaan publik terhadap sistem pengawasan itu sendiri.

Kelurahan Ikut Disorot, Kesan Menutup Informasi

Di sisi lain, sikap pihak kelurahan setempat juga menjadi perhatian. Minimnya keterbukaan informasi menimbulkan kesan adanya upaya meredam isu di tengah masyarakat.

Padahal, dalam persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada warga, transparansi adalah kewajiban, bukan pilihan.

Ini Soal Lingkungan, Bukan Sekadar Bau

Persoalan ini harus dilihat secara utuh:

  • Potensi pencemaran air
  • Risiko kesehatan masyarakat
  • Dampak jangka panjang terhadap lingkungan

Menganggapnya sebagai persoalan kecil justru berpotensi memperbesar dampak di kemudian hari.

Negara Harus Tegas, Bukan Diam

Kasus dugaan limbah MCK ini seharusnya menjadi alarm bagi semua pihak.

Jika benar terjadi, maka tindakan tegas harus diambil. Jika tidak, maka klarifikasi terbuka wajib diberikan.

Namun satu hal yang pasti:

Persoalan ini tidak boleh dianggap sepele.

Karena ketika limbah mulai mengalir ke lingkungan warga, yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan, tetapi hak dasar masyarakat untuk hidup di lingkungan yang sehat.(*)

Rilis: Bro Red